Site Loader
Xi Jinping Gak Biarkan Rakyat China Lepas dari Partai Komunis

WE Online, Beijing

Presiden China Xi Jinping mengatakan hubungan antara rakyat China dengan Golongan Komunis yang telah memerintah itu selama lebih dari 70 tarikh tak akan terjadi apa-apa ke depan. Dia percaya diri kalau China tak akan menerima kacau tangan asing.

Hal itu diutarakan di saat-saat suram dalam hubungan Amerika Serikat-China. Bagaikan dilansir di Straits Times, Sabtu (5/9/2020), Xi Jinping berbicara di sebuah acara yang menandai keterangan kemenangan China atas Jepang di Perang Dunia II dengan menerangkan area mana saja China tidak akan pernah menerima campur lengah asing.

Menangkap Juga: Dijuluki Elon Musk China, Pria Ini Gabung Jadi Miliarder Negeri

Dia secara khusus membidik ancaman terhadap kelanjutan kekuasaan satu partai dari Partai Komunis China (PKC).

“Orang-orang China tidak bakal pernah membiarkan individu atau kekuatan apapun untuk memisahkan PKC dengan orang-orang China, dan mengadu kambing mereka. Orang-oramg China tidak mau memutarbalikkan sejarah PKC, dan menjelekkan karakter dan tujuan PKC, ” kata Xi Jinping.

Dia tidak secara spesifik menyebut Amerika Serikat dalam sambutannya, namun berfokus pada menggalang bangsanya. Namun komentarnya kemungkinan akan ditafsirkan jadi pesan tentang hubungan tersebut, yang mengatur nada bagi media pemerintah dan lebih banyak pejabat hijau dalam interaksi dengan AS di dalam apa saja mulai dari perdagangan hingga teknologi dan Laut China Daksina.

Nada pidato pandai menurut standar politik China disoroti dengan betapa seriusnya para kepala China menanggapi ancaman tantangan eksternal terhadap pemerintahan mereka.

Dalam beberapa bulan terakhir, diplomat China telah menegur Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Michael Pompeo, yang secara rutin menyebut PKT, dan bukan China, sebagai negara dalam serangan pedasnya.

Para diplomat juga mengancam adanya konsekuensi ke negara-negara mulai dibanding Norwegia dan Republik Ceska tenggat Inggris karena dianggap melakukan provokasi. Para pemimpin Tiongkok telah menekankan kemampuan Partai Komunis untuk melayani agresi asing sejak mereka memenangkan kendali setelah Perang Dunia II.

Ketika Xi berusaha memperkuat cengkeramannya di dalam negeri dan menghadapi AS yang bertambah bermusuhan, dia sering beralih ke tema nasionalis yang serupa. Narasi nasionalisme kian ‘ditabuh’ oleh Xi Jinping.

Mengenai hubungan China-Jepang, Xi mengatakan kedua negeri adalah tetangga dekat, dan melindungi hubungan damai dan persahabatan dengan tahan lama sesuai dengan keinginan fundamental kedua bangsa, dan istimewa untuk menjaga perdamaian dan kemantapan di Asia dan dunia.

Di acara tersebut, Xi memberi hormat kepada para veteran dan patriot yang bertempur di perang, serta orang-orang Tiongkok di dalam dan luar negeri dengan memberikan kontribusi pada kemenangan simpulan.

Dia juga mengungkapkan penghargaan yang tulus kepada pemerintah asing dan teman-teman di segenap dunia atas dukungan dan bantuan mereka untuk Tiongkok dalam konflik melawan agresi Jepang.

Gregory Jenkins