Site Loader
uu-pemilu-batal-diutak-atik-jokowi-siapkan-gibran-for-capres-1

Batalnya bongkar ulang Undang-Undang Cetakan 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memunculkan macam-macam spekulasi. Ada dengan curiga, batalnya revisi tersebut tersedia kaitannya dengan anak Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming. Jokowi mempersiapkan Gibran for Capres 2024. Benarkah? Kayaknya becanda ah…

Penolakan Jokowi terhadap revisi UU Pemilu mempengaruhi sikap parpol koalisi di Senayan. Beberapa parpol yang awalnya menolong revisi UU Pemilu, langsung pulih badan. Akhirnya, DPR menyatakan UNDANG-UNDANG Pemilu batal direvisi, karena kebanyakan fraksi melakukan penolakan.

Padahal, selain masalah Pemilu Pemimpin dan Pemilu Legislatif, legislasi itu juga mengatur soal Pilkada berbarengan. Dengan dibatalkannya UU Pemilu, oleh sebab itu pelaksanaan Pilkada serentak tetap dijalankan pada 2024. Dengan demikian, tidak ada lagi pilkada 2022 dan 2023.

Baca Juga: Bencana Silih Berganti, Kabar Duka Tiap Keadaan Menghampiri, SBY Ngajak Tobat Nasional!

Wasekjen Golongan Demokrat, Irwan menuding ada keinginan Jokowi di balik batalnya perbaikan UU Pemilu. Kepentingan tersebut tak lain untuk mempersiapkan Gibran lulus dalam Pilkada DKI Jakarta.

“Mungkinkah keputusan ini dilatari oleh kemungkinan Presiden Jokowi mempersiapkan keberangkatan Gibran dari Solo ke Jakarta? Karena dirasa terlalu segera jika Gibran berangkat ke Jakarta tahun 2022, ” ujar Irwan.

Beda lagi analisa yang disampaikan dosen di Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin. Menurutnya, batalnya revisi UU Pemilu untuk mempersiapkan Gibran sebagai Capres 2024. Empat tahun ini, kata dia, akan jadi persiapan Gibran dengan menjadi Wali Kota Tunggal.

Menurutnya, 4 tarikh waktu yang cukup bagi Gibran untuk mendongkrak elektabilitasnya mengikuti jejak ayahnya. Sementara, capres lain semacam Anies Baswedan, Ganjar Pranowo serta Ridwan Kamil, akan turun pamornya karena posisinya sebagai kepala wilayah sudah demisioner.

Apalagi saat Pilpres 2024, Jokowi masih berstatus sebagai Pemimpin RI sehingga masih memiliki buah yang sangat kuat. “Pak Jokowi masih punya pengaruh yang benar kuat pada saat pelaksanaan hajatan lima tahunan rakyat nanti, ” tegasnya.

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama Warta Ekonomi secara Rakyat Merdeka. Hal yang terpaut dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjelma tanggungan Rakyat Merdeka.

Gregory Jenkins