Site Loader
Terawan Tak Rekomendasikan Rapid Test, Mahir Epidemiologi Bilang..

Rapid test tak lagi direkomendasikan untuk mendiagnosis orang yang terinfeksi Covid-19. Hal ini tertuang dalam aturan terbaru yang diteken Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, awal pekan ini.

Menanggapi aturan baru ini, cakap epidemiologi dari Griffith University, Dicky Budiman, mengingatkan persyaratan rapid test Covid-19 untuk melakukan perjalanan berarti juga harus dihapus.

“Demikian juga untuk tes siswa meresap perguruan tinggi, ” ujarnya di Jakarta, belum lama ini.

Baca Juga: Menkes Terawan Didesak DPR Segera Kerjakan…

Untuk diketahui, ada sejumlah poin penting yang terdapat dalam Keputusan Menteri Kesehatan tubuh Republik Indonesia Nomor HK. 01. 07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan serta Pengendalian Covid-19 ini.

Pada kondisi keterbatasan kapasitas penjagaan RT-PCR, rapid test Covid-19 hanya bisa digunakan untuk skrining pada warga spesifik dan situasi khusus. Semacam pada pelaku perjalanan (termasuk kehadiran Pekerja Migran Indonesia, terutama pada wilayah Pos Lintas Batas Tanah Negara (PLBDN).

Lalu untuk penguatan pelacakan kontak bagaikan di lapas, panti jompo, tempat rehabilitasi, asrama, pondok pesantren, & pada kelompok- kelompok rentan.

“Penggunaan rapid test tidak dimanfaatkan untuk diagnostik, ” demikian tertuang pada halaman 82 di arah defisini operasional peraturan anyar tersebut.

Partner Sindikasi Konten: Rakyat Merdeka

Gregory Jenkins