Site Loader
Tentu Corona, SBY Doakan PM Inggris Boris Johnson

WE Online, Jakarta berantakan

Presiden ke-6 MENODAI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merekam artikel tentang penanganan virus corona atau Covid-19. Dengan judul “Indonesia Harus Bersatu dan Fokus di Penghentian Penyebaran Virus Corona”, SBY juga menyampaikan rasa duka pada Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang dinyatakan positif corona tenggat harus dirawat intensif.

Berikut sebagian cuplikan artikel SBY yang diunggah di laman Facebook pribadi, @SBYudhoyono pada Rabu (8/4/2020),

Baca Serupa: Dirawat Intensif, Kabar Terkini Boris Johnson Sudah Sembuh?

Kemarin, 7 April 2020, melalui TV saya keahlian bahwa Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson dipindahkan ke sendi sakit di London dengan pembelaan intensif. Kita mengetahui bahwa atasan eksekutif Inggris tersebut 11 hari yang lalu dinyatakan positif corona. Berita itu kini menjadi judul media massa di seluruh dunia.

Saya tidak mengenal Boris Johnson dengan pribadi. Ketika memimpin Indonesia zaman, saya mengenal dan bekerja sama dengan tiga perdana menteri Inggris, yaitu Tony Blair, Gordon Brown, dan David Cameron. Tony Blair pernah bekerja sama dalam membentuk hubungan yang harmonis antara Dunia Islam dan Dunia Barat.

Waktu melangsungkan kunjungan ke Jakarta, Blair dan saya melakukan dialog dengan tokoh-tokoh Islam terkemuka di Indonesia. Sesudah tak lagi menjadi PM, Blair masih menjalin persahabatan dengan aku. Dengan Gordon Brown saya berlaku sama dalam forum G20, utamanya ketika para pemimpin dunia harus bersatu dan berkolaborasi menangani kritis ekonomi global tahun 2008-2009 yang lalu.

Untuk diingat, dalam situasi dengan penuh kepanikan, pertemuan puncak G20 pertama dilaksanakan di Washington DC dengan Presiden Bush sebagai tuan rumahnya. Pertemuan kedua dilaksanakan pada London dengan Perdana Menteri Gordon Brown sebagai chair. Saya sedang ingat bahwa untuk menghadiri pertemuan penting G20 di London tersebut saya harus meninggalkan tanah tirta, meskipun waktu itu saya pusat berada pada puncak kampanye Penetapan Presiden Tahun 2009.

Sedangkan dengan David Cameron, sebagaimana banyak diketahui, hamba pernah bekerja sama (juga secara Presiden Liberia Johnson Sirleaf) jadi Ketua Bersama Panel Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diminta oleh Sekjen PBB Ban-Ki Moon, untuk memberikan masukan terkait dengan SDGs, pengganti MDGs yang jatuh tempo pada tahun 2015.

Sungguh pun kami tidak mengenal Boris Johnson secara pribadi, sebagai mantan Presiden Indonesia dan sebagai warga dunia (world citizen) saya mendoakan secara tulus agar Johnson diberikan kesembuhan. Semoga beliau diselamatkan dari serangan virus corona yang ganas itu, serta bisa kembali memimpin Inggris pada masa krisis sekarang ini, buat keselamatan warga negaranya.

Mengapa saya menyampaikan doa tulus untuk kesembuhan majikan Inggris itu? Mengapa saya memiliki empati kepada seorang pemimpin yang jatuh sakit ketika sedang berlaku keras untuk menyelamatkan bangsa serta negaranya dari sebuah krisis?

Semuanya bertolak dan berkaca dari pengalaman pribadi saya sendiri. Pengalaman pribadi seseorang, yang pernah berada dalam situasi yang sama.

Dalam perjalanan hidup aku, khususnya ketika selama sepuluh tahun memimpin Indonesia, beberapa kali saya memimpin negara dan pemerintah pada mengatasi krisis. Sebagai contoh, semasa bersama Wapres Jusuf Kalla menyalahi bencana alam terbesar awal era 21, yaitu tsunami Aceh & Nias; sewaktu mengatasi krisis meroketnya harga minyak dunia di tarikh 2005, 2008 dan 2013; dan sewaktu mengatasi krisis ekonomi global tahun 2008-2009 bersama Pak Jusuf Kalla, Pak Boediono, Ibu Sri Mulyani dan para pejabat negeri baik pusat maupun daerah yang lain.

Dalam masa krisis dan “darurat” tersebut, saya harus memimpin secara langsung. Bertanggung jawab secara sempurna. I must be at the driving seat. Ibarat sedang menyelenggarakan kendaraan, saya sendiri yang harus mengemudikannya, sementara rakyat Indonesia jadi penumpangnya. Tentu saja perjalanan kendaraan itu dalam cuaca yang membatalkan, menembus hujan lebat dan angin besar, sementara jalannya berliku dan kiri kanannya pun tebing dan gundukan. Secara manusiawi dalam keadaan semacam ini semua merasa tegang, “stress” bahkan takut.

Nah, dalam suasana genting tersebut, seorang pemimpin sering ingat atas keamanan dan keselamatan dirinya. Bisa lupa makan dan menelan, kurang tidur dan bahkan tak mengenal waktu untuk beristirahat. Sebab…. dalam hati dan pikirannya, tugaslah yang harus diutamakan. Mission must be well accomplished. Krisis kudu bisa diatasi. Negaranya harus selamat. Rakyat harus dilindungi. Semuanya dipandang sebagai tugas dan kewajiban elegan seorang pemimpin.

Dalam keadaan seperti itu, pemimpin di samping mengalami lagu psikologis sangat mungkin justru jatuh sakit. Saya jadi ingat almarhumah istri tercinta. Setiap berada dalam situasi seperti itu, Ani tak pernah lupa mengingatkan untuk tentu menjaga kesehatan saya. Sambil terus mendampingi dan memberi semangat kepada saya, Ani juga memperhatikan makanan dan vitamin yang saya perlukan. Juga menemani saya ketika menyelenggarakan sholat, karena setelah semua diikhtiarkan melalui kerja keras, pertolongan Allah-lah yang kita mohonkan.

Saya yakin, zaman ini, para pemimpin di semesta dunia juga berada dalam situasi yang saya gambarkan tadi. Tercatat pemimpin Inggris, dan tentunya kepala kita sendiri, Presiden Jokowi. Jadi, doa saya ini~doa keselamatan serta kesehatan~juga berlaku bagi para kepala yang lain. Termasuk semua pihak yang tengah berada di “garis depan” dalam mengatasi serangan virus corona ini.

Secara khusus, doa jujur dan terima kasih juga beta tujukan kepada para dokter & perawat, yang tugasnya memiliki risiko yang tertinggi, karena sehari-hari wajib bersinggungan dengan para pasien Covid-19.

Tersedia jutaan anak yang terkendala bersekolah online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Yuk kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD & fasilitas pendidikan online anak-anak Nusantara. Informasi soal donasi klik di sini Data SGP.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Gregory Jenkins