Site Loader
stabilitas-keuangan-terjaga-ojk-dorong-percepatan-vaksinasi-covid-19-1

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menolong penuh upaya percepatan vaksinasi di tengah tingginya laju penyebaran Covid-19 yang menjadi faktor penting tetap terjaganya stabilitas sektor jasa keuangan dalam upaya mendorong pemulihan ekonomi.

Percepatan vaksinasi diharapkan akan menciptakan kekebalan komunal yang mendukung mobilitas masyarakat dengan protokol kesehatan yang ketat sehingga perekonomian bisa kembali bergerak.

Mengaji Juga: OJK Ingatkan Permintaan Pinjaman via SMS dan WA adalah Pinjol Ilegal

Tingginya penyebaran Covid-19 saat ini telah menjadi perhatian dan OJK hendak mencermati dampaknya terhadap daya peningkatan risiko pada daerah jasa keuangan yang tercermin dari indikator keuangan meskipun sampai saat ini masih termitigasi dengan baik berbarengan langkah percepatan laju vaksinasi.

OJK era ini tengah menggelar vaksinasi massal untuk sektor uluran tangan keuangan dan masyarakat secara target minimal 345 seperseribu orang sampai dengan bulan Juli 2021. Kegiatan ini sudah diawali di Jakarta dan beberapa kota di dalam pekan lalu yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Selain itu, OJK mengambil metode cepat bersama dengan Kepolisian Republik Indonesia menindak pinjaman online ilegal yang berpotensi melanggar hukum. Masyarakat dirugikan karena tingkat bunga dengan sangat tinggi serta periode peminjaman yang tidak terang, penyebaran data pribadi had penagihan yang disertai kerawanan dan kekerasan.

OJK yang tergabung di dalam Satgas Waspada Investasi dengan rutin sudah melakukan cyber patrol dan menutup penggunaan atau website pinjaman online ilegal tersebut. Edukasi ke masyarakat juga terus dikerjakan OJK bersama SWI untuk tidak memanfaatkan pinjaman online ilegal dan hanya menggunakan fintech lending resmi terdaftar dan berizin OJK.

Pemulihan ekonomi

OJK mencatat, keterangan perekonomian domestik terkini masih menunjukkan pemulihan yang tetap berlanjut sejalan dengan perubahan ekonomi global terutama di negara-negara ekonomi utama dunia seiring dengan laju vaksinasi dan penanganan pandemi.

Tetapi demikian, beberapa downside risks masih perlu diwaspadai jarang lain potensi kenaikan laju kasus harian karena varian baru di tengah kekurangan stok vaksin, tekanan inflasi dari sisi penawaran, serta ekspektasi kenaikan suku kembang Fed Fund Rate (FFR) yang lebih dini.

Faktanya, pedoman antara jumlah penduduk pada Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu sendi. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Gregory Jenkins