Site Loader
sesumbar-bi-pertumbuhan-ekonomi-global-bakal-lebih-tinggi-1

Bank Indonesia menilai perekonomian ijmal berpotensi tumbuh lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya meskipun belum berjalan seimbang dari satu negara ke negara lain.

Pertumbuhan ekonomi dengan lebih tinggi terjadi dalam negara-negara yang mampu mengakselerasi vaksinasi Covid-19 serta menempuh stimulus fiskal dan moneter yang besar.

“Pertumbuhan ekonomi global pada tarikh 2021 diprakirakan akan lebih tinggi dari prakiraan sebelumnya sebesar 5, 1%, terutama ditopang lebih tingginya pertumbuhan di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, Kawasan Eropa, serta India, ” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga: Simak! Ini Sinergi Kebijakan BI secara KSSK

Menurut Perry, sejumlah parameter dini pada Februari 2021 mengonfirmasi perbaikan ekonomi ijmal yang lebih kuat, seperti Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur, keyakinan konsumen, serta penjualan ritel yang terus meningkat.

“Sejalan dengan pembaruan ekonomi global tersebut, bagian perdagangan dan harga produk dunia terus meningkat, jadi mendukung perbaikan kinerja ekspor negara berkembang , termasuk Indonesia, ” jelas Perry.

Di GANDAR, lanjut dia, pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pula didukung oleh tambahan stimulus fiskal sebesar 1, 9 triliun dolar AS yang berlaku sejak 17 Maret 2021 dan rencana tambahan stimulus fiskal sebesar dua triliun dolar AS dalam triwulan IV-2021.

Reaksi pasar atas bagian kebijakan fiskal yang bertambah besar dan prospek perbaikan ekonomi yang lebih lekas di AS tersebut telah mendorong kenaikan yield UST dan ketidakpastian pasar keuangan global, meskipun the Fed diperkirakan belum akan mengganti kebijakan moneternya pada tarikh ini.

“Perkembangan ini besar terhadap tertahannya aliran simpanan ke sebagian besar negara berkembang, dan berdampak di kenaikan yield surat berharga dan tekanan terhadap sembrono uang di berbagai negara tersebut, termasuk Indonesia, ” tukasnya.

Gregory Jenkins