Site Loader
Rekan Domestik Besar, Widodo Makmur Angsa Siap Manfaatkan Peluang

WE Online, Jakarta

Meningkatnya Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestik Product (GDP) setiap tarikh mendorong daya beli masyarakat. Hal ini menjadi peluang bagi PT Widodo Makmur Unggas (WMU) buat mengambil ceruk dalam industri peternakan terintegrasi.

“GDP Indonesia per kapita naik setiap tahun dan di 2020 ini telah sekitar 4. 100 USD mulai kapita. Dengan peningkatan GDP tersebut maka konsumsi daging ayam langsung naik setiap tahun. Daging ayam adalah jenis daging yang menyesatkan diminati oleh orang Indonesia, ” kata Wahyu Andi Susilo Eksekutif Keuangan PT Widodo Makmur Unggas, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Jumat (16/10/2020).

Buat menjamin ketersediaan daging ayam, lebih lanjut kata Andi, keberadaan WMU menjawab peluang atas kebutuhan dan permintaan daging ayam dengan mempunyai fasilitas rumah potong ayam terbesar di Indonesia, yang tentunya hendak sangat bermanfaat untuk keberlangsungan bertabur nasional. Melalui integrasi vertikal membakar terbentuknya peluang pada setiap bintik di dalam satu rangkaian metode bisnis.

Baca Juga: Kisah Orang Terkaya: Qin Yinglin, Raja Peternak Sekalor Asal China

WMU diklaim akan menjadi pemain yang patut diperhitungkan dalam Indonesia, karena Perseroan memiliki ideal bisnis yang berbeda nyata dipadankan dengan pemain yang lainnya yang sudah jauh lebih lama ada di industri unggas. “Diferensiasi yang jelas dari WMU, dengan fokus utama pada penyediaan daging ayam” ujar Andi.

Jadi perusahaan yang masih muda, implementasi manajemen perusahaan yang agile, memastikan Perseroan akan terus tumbuh dan berkembang, akan semakin banyak kepercayaan yang akan diterima dari para-para pelanggan dan mitra bisnis. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, strategi khusus Perseroan justru akan semakin menguatkan kerja sama yang dikerjakan serta menguatkan diferensiasinya sehingga semakin mengokohkan posisi Widodo Makmur Angsa di Indonesia.

Menangapi penambahan mitra kerja sama secara UMKM, menurut Andi, manajemen mengesahkan target penambahan mitra UMKM, karena Perseroan memiliki proyeksi yang sangat menjanjikan. Di Indonesia 99 tip pelaku usaha berasal dari UMKM. Jumlah usaha di Indonesia ada 62 juta unit dan 99 persen merupakan UMKM, dan sisanya usaha berskala besar.

“Tentunya kita akan terus menaikkan mitra UMKM yang akan kami bina bersama. Apalagi WMU juga punya misi untuk berkontribusi terhadap negeri dengan menjadi jembatan ketenteraman petani dan peternak di Indonesia, dan UMKM tentunya sebagai lengah satu penopang perekonomian bangsa. Masa ini, yang sudah jadi mitra kami yang pasti di pada 10. 000 UMKM, ” sahih Andi.

Menyuarakan Juga: Berawal dari PWMP, 3 Peternak Milenial Bogor Sukses Kembangkan Usaha Olahan Daging

WMU dikelola secara profesional oleh tim manajemen yang pendirian akan tata kelola perusahaan dengan baik atau Good Corporate Governance (GCG). WMU menciptakan operasi terstandarisasi berdasarkan kekuatan riset dalam menetapkan genetika ternak terbaik, teknologi makanan dan pertanian, menerapkan bio-security dengan ketat dan memperhatikan kesejahteraan hewan (animal’s welfare) di peternakan.

Model bisnis ini memper berbagai produksi makanan untuk menciptakan rantai nilai, direplikasi di seluruh kategori produk di pasar target, dengan konsumsi protein didorong oleh pertumbuhan populasi, kondisi ekonomi dan preferensi masyarakat.

PT Widodo Makmur Unggas (WMU) hidup di bidang peternakan ayam melekat vertikal. WMU memiliki unit-unit bisnis meliputi breeding farm, hatchery, commercial broiler farm, commercial layer farm, slaughterhouse, dan feedmill di kaum lokasi fasilitas yang tersebar pada Pulau Jawa.

Gregory Jenkins