Site Loader
Pura Berjangka Jakarta Siapkan Pasar Wujud Emas Digital

WE Online, Jakarta kacau

Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) telah menyiapkan sejumlah langkah guna memperlancar kegiatan perdagangan pasar fisik emas digital.

Direktur Utama JFX, Stephanus Paulus Lumintang mengatakan, perniagaan emas fisik digital nantinya akan dibagi menjadi dua jalur, yaitu melalui bursa ( on exchange ) dan di luar bursa (off exchange). Ia mengatakan, perdagangan emas fisik secara off exchange akan dilaksanakan melalui beberapa platform penjualan emas. Baca Juga: Didorong Fluktuasi Kehormatan Emas, Total Transaksi Kontrak BBJ Lampaui Target

“Sejauh ini, pihak BBJ ana sedang melakukan verifikasi pada enam mitra penjualan. Beberapa diantaranya merupakan PT Bumi Cemerlang Persada, PT Laku Emas Indonesia, dan Tamasia. Kami yakin verifikasi akan lengkap apda November ini. Proses transaksi perdagangan emas fisik digital jalan sudah dapat dilakukan Desember mendatang, ” kata Paulus Rabu, (18/11/2020).

Paulus mengatakan bahwa pihaknya menargetkan anggota penjualan di luar bursa dapat bertambah sebesar dua hingga tiga mitra. Kejadian tersebut mengingat masih minimnya karakter pasar di jenis perdagangan ini. Baca Juga: Kabar Gembira! Sri Mulyani Bilang Fintech Memiliki Kesempatan Emas Buat….

Proses on exchange melibatkan anggota-anggota Bursa Berjangka Jakarta. Paulus menyuarakan, saat ini pihaknya sedang merancang sosialisasi dan platform yang akan digunakan anggota pasar uang berjangka untuk melakukan transaksi perniagaan emas fisik digital.

“Target awal kami dapat menggaet 10 anggota bursa untuk ikut dalam perdagangan emas fisik digital ini, ” tuturnya.

Selain itu, JFX juga menyediakan transaksi terkecil mulai dari satu lot yang setara dengan 0, 0001 gram hingga yang terbesar 1 lot atau setara 10. 000 gram.

Adapun, pada 11 November 2020 semrawut, JFX telah menerima Surat Kesimpulan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 01/BAPPEBTI/SP-BBPF/11/2020 tentang Persetujuan Pura Berjangka untuk Melakukan Kegiatan Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital.

Surat tersebut mengukuhkan JFX sebagai penyelenggara Pasar Fisik Digital yang berkolaborasi dengan Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Sebelumnya, KBI juga telah ditunjuk sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi pada Pasar Fisik Emas Digital (LK-PFED).

Pelaksanaan ini adalah penyelarasan kepada Peraturan Menteri Perniagaan no. 119 tahun 2018, tentang kebijakan umum mengenai perdagangan fisik emas digital di Bursa Berjangka dan peraturan Bappebti No. 13 tahun 2019 tentang perubahan berasaskan peraturan Bappebti No. 04 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

Tengah itu, Direktur KBI, Fajar Wibhiyadi mengatakan, dengan mulai berjalannya rekan fisik emas digital, hal itu diharapkan dapat meningkatkan ekosistem dalam pedagangan emas digital. Menurutnya, secara adanya transformasi teknologi dan Industri 4. 0 yang telah menyelap ke seluruh sektor, kegiatan yang serba digital akan menjadi keinginan masyarakat.

“Dengan melihat potensi yang ada, kami optimis pasar fisik emas digital kedepan akan terus tumbuh, ” katanya.

Gregory Jenkins