Site Loader
Petinggi BI Pede Ekonomi Indonesia Lahir di Level 6%, Ternyata Ini Sebabnya!

WE Online, Jakarta

Petinggi Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi hingga 6% untuk lima tahun ke ajaran. Mengapa bisa seyakin itu?

Sikap optimis Gubernur BI, Perry Warjiyo itu beriringan dengan langkah negeri dalam mendorong percepatan transformasi digital. Hal ini selanjutnya mampu membakar pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun-tahun ke depan.

Perry Warjiyo pun memaparkan bahwa dua poin yang akan membawa Indonesia menuju Indonesia Maju yakni sikap optimis dan digitalisasi. “Optimis, seperti diketahui pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan III 2020 membaik begitu pula proyeksi di triwulan IV, serta optimis bahwa pertumbuhan ekonomi tarikh depan akan mencapai 5% dan lima tahun ke depan mencapai 6%, ” ujar Perry, dikutip Minggu (15/11/2020).

Baca Juga: Beli Barang Diskon: Untung Apa Malang, Ya?

Baca Juga: BLT Subsidi Gaji Tahap 2 Diutamakan Buat Nasabah Bank BUMN, yang Benar?

Sementara proses digitalisasi, ialah salah satu kunci sumber kemajuan ekonomi ke depan. Selaras dengan transformasi digital yang digagas Pemimpin Joko Widodo (Jokowi), Bank Pokok sejak tahun 2019 telah menyelenggarakan transformasi digital pada sistem pembayaran dengan meluncurkan Blueprint Sistem Pembalasan Indonesia (BSPI) 2025.

BSPI yang era ini diklaim telah mengalami perkembangan dengan sejumlah inisiatif-inisiatif seperti QRIS, yang telah mencapai lebih dibanding 5 juta merchant di semesta Indonesia, mendorong digitalisasi perbankan serta interlink dengan fintech melalui standarisasi API, BI-FAST yang mendukung infrastruktur SP ritel yang real-time, serta reformasi pengaturan pembayaran digital.

“Digitalisasi bentuk pembayaran berperan sangat penting untuk mendukung transformasi digital ekonomi serta keuangan, ” kata dia.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Gregory Jenkins