Site Loader
pendiri-buka-suara-terkait-upaya-pihak-tertentu-yang-berupaya-hancurkan-ksp-indosurya-1

Pendiri KSP Indosurya, Henry Surya menyesalkan upaya-upaya provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu terhadap anggota KSP Indosurya. Dia juga merasa didzalimi dan difitnah oleh pihak-pihak yang menudingnya menjadi ATM bagi oknum Polri.

Henry sendiri mengaku benar menjunjung proses hukum dengan berlaku. Tudingan tersebut tidak hanya menjatuhkan kredibilitasnya namun juga keluarga dan berimplikasi serius secara hukum. Hal itu dianggap sebagai tuduhan dan pencemaran nama cara yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Sejenis halnya dengan komitmen jadi pendiriuntuk membantu pengurus KPS Indosurya menjalankan putusan mahkamah yang menetapkan homologasi, tetap dilakukan. Dia menilai, ada pihak tertentu yang memakai isu KSP Indosurya buat kepentingan diri sendiri, bukan untuk anggota koperasi.

“Saya geram dan heran. Kenapa jahat sekali mereka selalu menyerang saya, keluarga beta dan koperasi. Saya selaku pendiri dan mantan pemimpin, adalah pihak yang setia hukum. Saya juga lihat pengurus KSP berupaya melaksanakan putusan homologasi dengan jalan, ” kata Henry Surya, Selasa (2/3/2021).

Baca Juga: Penuhi Putusan Perdamaian, KSP Indosurya Telah Cairkan Dana ke 4. 000 Anggota

Ia mencari isu tersebut dihembuskan sebanyak pihak ke Indosurya, yang seakan disengaja untuk menyandarkan bisnis group Indosurya dan mengambil keuntungan dari rusaknya bisnis perusahaan. Sejak awal, pihak-pihak tersebut bukan menginginkan terpenuhinya hak-hak anggota, tapi ingin KSP Indosurya pailit dan tak bisa menerima haknya.

Masa jelang homologasi, Henry Surya juga sudah menegaskan komitmennya membantu KSP Indosurya untuk memenuhi kewajiban kepada anggotanya. Dia mengajukan PT Sun International Capital sebagai stand by guarantor atas pembalasan dana anggota KSP.

Dijelaskannya, jika nantinya KSP Indosurya tak berkecukupan mengembalikan dana yang harus dibayarkan atau cedera keinginan (wanprestasi), maka utang jatuh tempo akan diambil alih sebab PT Sun International Capital, dengan instrumen surat utang (convertible loans).

Konsekuensi Hukum

Juniver Girsang, kuasa patokan Henry Surya juga menyesalkan berbagai serangan opini kepada kliennya. Juniver menekankan pengaruh hukum dari berbagai pukulan terhadap koperasi, dan provokasi terhadap anggota KSP. Dia mengecam tudingan bahwa kliennyamenjadi ATM bagi oknum Polri adalah fitnah dan kepura-puraan besar. Provokasi ini juga dinilainya mengganggu homologasi.

Dijelaskannya, KSP Indosurya sangat berbeda dengan bisnis sejenis yang bermasalah yang lain yang tidak bertanggungjawab, bahkan buron. Pengurus dan pembuat KSP ini sebaliknya, bertanggungjawab dan bersedia mengikuti cara peradilan, yang berujung homologasi. Seandainya proses homologasi tertahan akibat tindakan beberapa orang yang melakukan provokasi dan hal nsegatif lainnya, Juniver amat menyayangkannya.

“Ini kan miris, mengibakan. Ada pihak tertentu mengatasnamakan anggota, mengorbankan ribuan yang sudah menerima realisasi homologasi, ” katanya.

Baca Juga: Lagak Halangi Proses Perdamaian Bagian KSP Indosurya Tak Bisa Ditoleransi

Sebaliknya, dia menegaskan bahwa Henry adalah individu dengan taat azas dan mematuhi semua prosedur hukum. Demi pendiri, Henry juga mengisbatkan kebersediaan membantu KSP Indosurya memenuhi kewajiban dalam homologasi sebagai penetapan pengadilan.

“Itu adalah hasutan dan kebohongan besar. Tudingan-tudingan itu serius dan berimplikasi hukum. Henry Surya, konsumen kami sangat taat lembaga. Dia selaku pendiri dan mantan pengurus juga komit dengan proses yang dilalui dan membantu KSP Indosurya melaksanakan putusan pengadilan, ” tegasnya.

Terhadap langkah Polri, Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti berpendapat bahwa perihal tindakan penyidikan, apapun bentuknya, adalah kewenangan otoriter penyidik berdasarkan pasal 21 ayat (1) dan (4) KUHAP. “Yang paling penting adalah bagaimana Polisi dapat melaksanakan tugasnya dengan molek dalam menangani dan mengerjakan laporan, ” kata Poengky kepada wartawan menanggapi bermacam-macam demo yang menuding petugas tak profesional dalam mengatasi kasus itu.

Ia serupa mengakui bahwa Kompolnas belum mendapatkan pengaduan terkait pasal KSP Indosurya. Dan masa ada putusan pengadilan homologasi/ perdamaian dan sudah tiba dilakukan pembayaran dana bagian oleh KSP Indosurya, maka menurutnya putusan perdamaian sifatnya final. “Kami berharap semua dana anggota dapat dibayarkan, ” ungkapnya.

Gregory Jenkins