Site Loader
pasien-covid-19-ungkap-gejala-yang-tak-boleh-diabaikan-1

Pada Oktober 2020, untuk pertama kalinya Rachel Gunn terdiagnosis positif Covid-19. Kondisi Gunn yang semula mulai membaik lambat laun kembali memburuk karena perempuan berusia 28 tahun tersebut mengabaikan gejala yang dia rasakan.

Perempuan asal Dublin ini mengatakan kondisinya cukup sakit ketika pertama kali terkena Covid-19 pada Oktober lalu. Dia sempat terbaring di kasur hampir dua pekan dan mengalami beberapa gejala umum Covid-19 seperti sesak napas, kelelahan, sakit kepala, serta nyeri di tubuh.

Setelah dinyatakan pulih, Gunn kembali bekerja dan menjalani aktivitasnya. Akan tetapi, Gunn kala itu sebenarnya merasa belum benar-benar sehat 100 persen.

Baca Juga: Kemenkes Akui Ada Biaya untuk Obat Pasien COVID-19, Harganya Wow Loh!

Walaupun sudah dinyatakan sembuh, Gunn masih mengalami gejala long Covid-19. Salah satu gejala yang dia rasakan adalah kelelahan selama beberapa bulan. Selain itu, Gunn juga merasa paru-parunya sakit ketika dia berolahraga.

Akan tetapi, Gunn merasa kondisi tersebut merupakan hal yang normal dialami oleh penyintas Covid-19. Selain itu, Gunn juga merasa gejala-gejala tersebut tidak begitu mengganggu aktivitasnya sehari-hari.

Karenanya, Gunn memilih untuk tidak terlalu memikirkan gejala-gejala tersebut. Dia meyakini bahwa gejala-gejala yang dia rasakan pascadinyatakan sembuh dari Covid-19 akan membaik dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu.

Sayangnya, anggapan tersebut keliru. Kondisi Gunn kembali memburuk dalam waktu yang cepat sejak Desember 2020.

“Selama hampir dua pekan saya sangat sesak, sampai saya bahkan tidak bisa naik tangga tanpa merasa seperti habis berlari 5 kilometer, bahkan bangun dan pergi ke kamar mandi terasa melelahkan,” jelas Gunn, seperti dilansir di Cosmopolitan, pada medio Januari.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Gregory Jenkins