Site Loader
Pak Anies Baswedan, Tolong Segera Renggut Rem Darurat!

WE Online, Jakarta porakporanda

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono mendorong pemerintah provinsi (pemprov) melakukan emergency brake policy atau menarik rem penting, dengan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Pokok Kota.

Dia menilai, PSBB ketat bisa diterapkan selama dua pekan ke depan, jawab menekan angka penularan kasus Covid-19 di DKI Jakarta.

“Rem darurat juga bisa oleh karena itu shock therapy (PSBB ketat), dua pekan, ” kata Mujiyono saat dikonfimasi, Minggu (3/1/2020). Baca Pula: Andai Ganjar Dipinang Parpol Asing & Gandeng Ridwan Kamil pada Pilpres: Akan Sangat Dahsyat

PSBB transisi DKI Jakarta akan berakhir pada 3 Januari 2020. Satgas Covid-19 merekam jumlah kasus konfirmasi total datang hari ini sebanyak 187. 586 kasus. Sementara itu, total warga yang telah sembuh dari Covid-19 sebanyak 168. 781 orang dengan tingkat kesembuhan 90%. Baca Juga: Paling Tinggi Se-Asia! 504 Tenaga Medis Indonesia Wafat Kelanjutan Covid-19

Pemprov DKI mencatat total 3. 334 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1, 8%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3%. Adapun positivity rate atau persentase kasus tentu sepekan terakhir di Jakarta sebesar 12, 3%, sedangkan persentase kejadian positif secara total sebesar 8, 8%.

Mujiono menerangkan, tingkat keterisian kapasitas rumah rendah juga menjadi salah satu ciri yang mendorong Pemprov DKI Jakarta menarik rem darurat. Selain tersebut, libur Natal dan Tahun Pertama (Nataru) dengan kenaikan 20% pengikut pesawat juga berpotensi menjadi lonjakan kasus Covid-19 di Ibu Tanah air.

“Dengan peningkatan kegiatan warga berpergian seperti ini maka akan sangat potensial terjadi lonjakan penderita Covid-19 pada awal Januari 2021 mengingat mereka yang berpergian tersebut akan kembali masuk berjalan, ” tuturnya.

Dia meminta DKI membangun sense of crisis masyarakat bahwa kondisi pandemi Covid-19 pada kenyataannya masih belum dapat dikendalikan. Pengumuman perkembangan kasus-kasus baru dan lainnya seperti dengan dilakukan pada awal pandemi perlu dilakukan sehingga kewaspadaan masyarakat bisa ditingkatkan.

“Lakukan pembatasan ketat terhadap kedatangan WNA sejak negara yang telah melaporkan adanya kasus varian baru Covid-19, ” ujarnya.

Menurut tempat, kapasitas rumah sakit untuk penanganan Covid-19 harus segera ditambah, & membangun kerja sama dengan Pemda lain dan Kemenkes untuk menyerahkan dukungan penyediaan tenaga kesehatan dengan diperlukan.

“Perbanyak tempat isolasi mandiri dengan menyewa hotel, apartemen, dan rumah susun dengan memungkinkan dengan dilengkapi dengan petugas yang telah terlatih. Lakukan gerakan swab PCR massal selama kala PSBB melalui peningkatan secara tajam jumlah test yang dilakukan. Dan lakukan contact tracing dengan bertambah baik, ” tandasnya.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Gregory Jenkins