Site Loader

WE Online, Beijing

Militer China mengklaim kapal dan pesawatnya yang dikerahkan telah mengusir kapal konflik Amerika Serikat dari kawasan pertalian Pulau Paracel, Laut China Daksina, Selasa. Kapal perang Amerika dengan dimaksud adalah kapal perusak berpeluru kendali USS Barry (DDG-52).

“Tindakan-tindakan provokatif oleh bagian AS ini… telah secara betul-betul melanggar kedaulatan dan kepentingan ketenteraman China, sengaja meningkatkan risiko ketenangan regional dan dapat dengan semoga memicu insiden yang tidak terduga, ” bunyi pernyataan juru bicara Komando Teater Selatan Tentara Penyelamatan Rakyat (PLA) China, Li Huamin, seperti dikutip South China Morning Post , Rabu (29/4/2020).

Membaca Juga: Laut China Selatan Memanas, Kapal Perang Australia Gabung Amerika

“FONOP (Operasi Kebebasan Bernavigasi) Barry tidak sesuai dengan suasana saat ini karena masyarakat internasional memerangi pandemi… beserta (menginginkan) perdamaian dan stabilitas regional, ” lanjut dia, merujuk pada pandemi virus corona baru, COVID-19.

Pernyataan Li itu mengklaim bahwa PLA memaksa USS Barry keluar dari rantai Pulau Paracell. PLA tidak merinci aset-aset tempur yang digunakan dalam barang apa yang mereka klaim sebagai pengusiran kapal perang Amerika.

Namun, seorang pejabat Angkatan Laut AS mengatakan kepada USNI News bahwa operasi kebebasan bernavigasi USS Barry berjalan sesuai rencana tanpa menemui karakter tidak aman atau tidak terlatih dari pesawat militer atau pesawat perang China.

Pejabat itu juga mengonfirmasi USS Barry memang melakukan operasi kebebasan bernavigasi di sekitar rantai pulau di Vietnam. Dia tidak memberikan rincian FONOP. Namun, operasi-operasi sebelumnya pada sekitar Pulau Paracel telah mengarah klaim Beijing atas garis kausa lurus teritorial di sekitar pertalian pulau yang bertentangan dengan asas laut internasional.

China memandang perairan di antara pulau-pulau yang mereka klaim bukan jadi laut internasional yang terbuka tetapi sebagai laut teritorial China, sebuah pandangan yang diperdebatkan AS. Ikatan Pulau Paracel juga diklaim sebab Vietnam dan Taiwan.

Baik Washington dan Beijing silih tuduh memanfaatkan pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung sebagai gangguan buat melakukan lebih banyak kontrol militer di Laut China Selatan.

USS Barry yang berbasis di Jepang telah transit dalam Selat Taiwan dua kali sepanjang bulan ini dan mendapat anggapan kemarahan dari Beijing.

Sehari setelah transit USS Barry pada 22 April, Kelompok Tempur Kapal Induk Liaoning China pula transit di Selat Taiwan.

Selain operasi kehadiran, kapal perusak AS itu telah aktif di Laut China Selatan yang beroperasi dengan kapal penjelajah peluru kendali USS Bunker Hill (CG-52) & kapal serbu amfibi USS America (LHA-6) di lepas pantai Malaysia. Wilayah itu merupakan area pengkajian mineral yang jadi sengketa jarang Malaysia dan China.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Gregory Jenkins