Site Loader
awas-beredar-google-form-vaksinasi-bumn-palsu-jangan-isi-ya-1

Waspada! Tanpa mudah membagikan data karakter di formulir daring dengan mengatasnamakan vaksinasi corona.

Peringatan itu berasal dari Ketua Satgas Sentra Vaksinasi Bersama BUMN, Arya Sinulingga sebagai respons terhadap peredaran om google form palsu untuk mendaftar sebagai pengikut vaksin di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN.

“Sejak awal Sentra Vaksinasi Bersama ini terlihat sangat banyak beredar informasi bohong, atau hoax. Aku minta masyarakat berhati-hati. Tanpa mendaftar secara online kalau tidak di akun resmi Sentra Vaksinasi Bersama. Bahan pribadi Anda bisa dicuri pihak yang tidak bertanggung jawab, ” ujar Arya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (14/3/2021).

Baca Juga: Waspada! Mutasi N439K Corona Sudah Datang Indonesia, Kebal Antibodi!

Baca Serupa: Naik 97, Kasus Moralitas Harian Terendah Akiabt COVID-19 pada 2021

Arya menambahkan, para pendaftar dengan memenuhi syarat, terutama kalangan lansia yang berusia pada atas 59 tahun, & memiliki KTP DKI Jakarta. Bagi yang tidak ber-KTP DKI Jakarta harus mempunyai surat keterangan domisili dari Ketua RT/RW di lingkungannya, dan bisa mendaftar mencuaikan google form resmi dengan terdapat di link: instagram @sentravaksinasibersama.

Setelah mendaftar, pengikut akan mendapatkan jadwal dan jam kedatangan di Sentra Vaksinasi Bersama BUMN. Tautan google form palsu tersebut memberikan informasi yang tak valid dan bertujuan buat mencuri data pribadi pendaftar.

“Kami senang dan angkuh, Sentra Vaksinasi Bersama tersebut sudah diketahui masyarakat besar, terutama di kalangan lansia. Namun sangat disayangkan, ada orang-orang yang ingin mengaduk-aduk dan memanfaatkan antusiasme orang untuk divaksin dengan haluan yang tidak baik. Maka sekali lagi hati-hati, ” kata staf khusus gajah BUMN tersebut.

Arya serupa mengimbau kepada masyarakat agar jangan mudah percaya secara berita bohong yangs ering beredar di whatapps, atau medsos. Hingga hari ketujuh, Ahad (14/3), perhelatan Sentra Vaksinasi Bersama yang dijalankan oleh Kementerian BUMN & bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan tubuh serta Pemda DKI Jakarta, telah memvaksin sekitar 28 ribu pendaftar yang terdiri dari kalangan lansia & pekerja pelayan publik.

Keduanya merupakan sasaran tahap kedua program vaksinasi nasional. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 ribu lansia telah divaksinasi.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Peristiwa yang terkait dengan karya, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungan Republika.

Gregory Jenkins