Site Loader
Komitmen Bayar Mulai Desember 2020, Indosterling Minta Nasabah Tak Tempuh Urat Hukum

WE Online, Jakarta

PT Indosterling Optima Investa (IOI) menyampaikan bahwa kasus rusak bayar untuk produk Indosterling High Yield Promissory Notes (HYPN) cepat diselesaikan. Karena itu, manajemen meminta para mantan nasabah atau krediturnya tidak menempuh jalur hukum (pidana).

Kuasa hukum IOI Hardodi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kuasa hukum dari beberapa nasabah. Di mana, tercatat 58 nasabah IOI dengan total kepemilikan dana di produk investasi HYPN sebanyak Rp95 miliar dinaungi Pejabat Hukum Eternity Global Lawfirm bersetuju untuk mencabut laporan hukum di Bareskrim Polri.

Baca Juga: Indosterling Gagal Tukar, Nasabah Merana: Saya Butuh Kekayaan, Mama Saya Sakit

Sebelumnya, 58 klien itu memilih untuk tidak ikut mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mereka memilih jalur pidana dengan melaporkan ke Bareskrim Polri sejak 6 Juli 2020 dengan 3 pihak yang dilaporkan: PT IOI, SWH (Sean William Hanley) sebagai direktur, dan JBP (Juli Berliana Posman) selaku komisaris.

“Harapan kami kalau debitur akur, mereka memberikan waktu agar awak bekerja lebih maksimal lagi, maka masalah bisa diselesaikan. Harapan ana kawan-kawan debitur, jangan dulu menempuh jalan hukum, berikan waktu bakal lami untuk bekerja, direalisasikan (pembayaran) di Desember (2020). Kami serupa sudah berkoordinasi dengan kuasa lembaga nasabah yang melapor, mereka jadi mencabut laporan, ” ujar Hardodi dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (23/11/2020).

Dalam jalan penyelesaian gagal bayar, manajemen perseroan akan melakukan percepatan pembayaran kegiatan kepada para krediturnya. Di mana, pembayaran akan realisasi l dalam Desember.

Hardodi mengatkaan, percepatan pembayaran utang sebesar Rp1, 9 triliun ini tidak cocok dengan skema penyelesaian utang kreditor yang tertuang dalam PKPU. Jika di dalam PKPU pembayaran bakal dilakukan pada Maret 2021, maka dimajukan pada Desember tahun itu.

Pengembalian nilai investasi tersebut dilakukan secara bertahap, yakni mulai fase satu hingga periode ketujuh atau masa periode Desember 2020 hingga Desember 2027. Pengembalian diberikan kepada nasabah yang dibagikan dalam tujuh kelompok berdasarkan bagian nilai investasi.

Dalam fase satu, kelompok satu menggondol pembayaran sebesar 5%, kelompok besar 2, 5%, kelompok tiga satu, 5%, kelompok empat 1, 5%, kelompok lima 1, 0%, klan enam 1, 0%, dan klan tujuh 1, 0%.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Gregory Jenkins