Site Loader
Kerusuhan Makin Tak Terbendung, Pentagon Siap Terjunkan Sejumlah Unit Militer

WE Online, Washington

Pentagon mengumumkan peningkatan status siaga kurang unit militer Amerika Serikat (AS), untuk mendukung Minnesota yang zaman ini sedang berjuang menghadapi demonstrasi berujung kerusuhan.

Demonstrasi di Minneapolis dan Saint Paul—dikenal sebagai “Kota Kembar” di Minnesota— dipicu oleh pembunuhan pria jangat hitam tak bersenjata George Floyd, 46, oleh polisi setempat.

Floyd awalnya ditangkap sebab beberapa petugas polisi Minneapolis tempat tuduhan menggunakan uang kertas tiruan. Dia diborgol dan lehernya dicekik salah satu polisi dengan lututnya. Dalam video yang viral, adam kulit hitam tersebut berteriak tak bisa bernapas dan dinyatakan wafat setelah dibawa ke rumah kecil.

Baca Juga: AS Ricuh, Sistem Android 11 Gagal Meluncur Pekan Depan

Pembunuhan itu tidak hanya memicu demo di Praja Kembar Minnesota, tapi seluruh kampung Amerika juga dilanda demo untuk menuntut keadilan atas kematian Floyd. Bahkan, Gedung Putih yang jadi kantor dan kediaman AS Pemimpin Donald Trump juga jadi sasaran para demonstran di Washington.

Dalam sebuah pernyataan, Pentagon mencatat bahwa beberapa unit militer AS sekarang dalam status penarikan empat jam, meskipun Gubernur Minnesota tampaknya belum mengirim permintaan buat dukungan pasukan AS.

“Pada saat ini tidak tersedia permintaan oleh Gubernur Minnesota untuk pasukan “Title 10″ untuk menunjang Minnesota National Guard atau penegakan hukum negara, ” kata Pentagon, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (31/5/2020).

Pernyataan Pentagon itu datang setelah Presiden AS, Donald Trump meminta Menteri Pertahanan Mark Esper untuk merancang opsi tentara guna menangani kerusuhan di kota-kota di Minnesota.

Kira-kira 500 anggota Garda Nasional Minnesota saat ini sedang berusaha mengarahkan kerusuhan. Pasukan tersebut telah menjaga petugas pemadam kebakaran saat itu memadamkan kobaran api, dan pula berpartisipasi dalam membubarkan pengunjuk menemui.

Kota-kota lain dengan dilanda protes dan kerusuhan sudah mulai mengerahkan personel militer. Dalam hari Sabtu, pihak Gubernur Georgia mengirim 500 anggota Garda Nasional negara bagian tersebut untuk menyimpan orang-orang dan properti di Atlanta.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Gregory Jenkins