Site Loader
daerah-merah-segera-berbenah-agar-tidak-kewalahan-mengantisipasi-dampak-mudik-1

Pemerintah kabupaten/kota dengan masih berada dalam daerah merah (risiko tinggi) diminta segera memperbaiki status zonasinya.

Juru Cakap Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito mengingatkan karena paska lebaran, ada potensi lonjakan kasus yang disebabkan adanya momen libur panjang Idul Fitri 1442 H.

Baca Serupa: Para Pelaku Perjalanan dengan Bertanggungjawab Dapat Menurunkan Jalan Penularan Covid-19 Hingga 64%

Terdapat kekhawatiran, sejak perkembangan per 16 Mei 2021. Karena ada tujuh kabupaten/kota yang masih menghuni zona merah. Dan dikhawatirkan jika tidak segera mengatur, kabupaten/kota tersebut akan kewalahan menghadapi dampak dari libur panjang lebaran. Diketahui, saat ini perkembangan penanganan COVID-19 belum menunjukkan dampak yang dikhawatirkan.

“Jika saat ini, 7 kabupaten/kota ini sudah berada dalam zona merah sebelum pengaruh libur Idul Fitri terlihat, bukan tidak mungkin kabupaten/kota ini akan kewalahan bertemu kemungkinan kenaikan kasus dengan berpotensi dalam 2 ataupun 3 minggu kedepan, ” tegasnya dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan COVID-19 dalam Graha BNPB, Kamis (20/5/2021) yang juga disiarkan terusan YouTube Sekretariat Presiden.

Ada 7 kabupaten/kota yang ada di zona merah yang menjadi perhatian diantaranya Sleman (DIY), Salatiga (Jawa Tengah), Palembang (Sumatera Selatan), Pekanbaru (Riau), Solok dan Bukittinggi (Sumatera Barat) dan Deli Serdang (Sumatera Utara). Ketujuhnya diminta cepat memperbaiki penanganan di daerahnya.

Selain dengan kepada daerah zona merah, daerah yang menghuni daerah oranye, zona kuning dan zona hijau juga diingatkan. Agar terus meningkatkan penanganan COVID-19 dan utamanya di dalam beberapa minggu kedepan. Jadi antisipasi dampak libur Idul Fitri.

“Kesiagaan menghadapi apapun yang berlaku kedepannya merupakan kunci di merespon perubahan secara cepat. Sehingga kondisi apapun sanggup dikendalikan, ” Wiku menekankan.

Upayakan semaksimal mungkin peningkatan kualitas & kuantitas pelayanan kesehatan. Perketat kembali pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan serta memaksimalkan skrining dan testing terutama pada warga yang segar pulang dari bepergian. Tidak lupa memantau dan mewajibkan masyarakat yang baru kembali bepergian, untuk karantina sendiri 5 x 24 jam untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas.

Disamping itu, melihat perkembangan peta zonasi risiko mingguan tingkat kabupaten/kota bohlam 16 Mei, daerah yang masuk zona merah berkurang dari 12 menjadi tujuh kabupaten/kota. Zona oranye bekurang dari 324 menjadi 321 kabupaten/kota. Zona kuning (risiko rendah) baik dari 169 menjadi 177 kabupaten/kota, sementara zona hijau tidak ada kasus baru dan tidak terdampak, jumlahnya tetap, masing-masing sebanyak 8 kabupaten/kota

Apresiasi diberikan pada pemerintah daerah (pemda) karena minggu ini ada 37 kabupaten/kota yang keluar dibanding zona oranye. Kabupaten/kota tersebut tersebar di Aceh (2), Sumatera Utara (4), Jambi (3), Sumatera Selatan (2), Bengkulu (2), Lampung (2), DKI Jakarta (1), Jawa Timur (6), NTT (5), Kalimantan Barat (1), Kalimantan Utara (1), Sulawesi Barat (1), Maluku (2) Papua (4) dan Papua Barat (1).

“Saya mengapresiasi negeri daerah karena data membuktikan terjadi penurunan di kawasan risiko tinggi dan daerah risiko sedang. Adapun sejak minggu ke minggu, nilai zona risiko sedang mengarah mengalami kenaikan, ” pungkasnya.

Gregory Jenkins