Site Loader
Joko Anwar Kesal ke Tjahjo Kumolo, Ernest Kasih Komentar Adem

WE Online, Jakarta

Media sosial Twitter, sedang dihebohkan secara cuitan sutradara ternama, Joko Anwar, yang meluapkan kekesalannya pada Gajah Pendayagunaan Aparatur Negara dan Pembaruan Birokrasi Indonesia, Tjahjo Kumolo.

Hal ini lantaran Tjahjo menyebarkan link tentang film-film perjuangan Indonesia di YouTube, melalui unggahannya di Twitter @tjahjo_kumolo. Dia bermaksud ingin menggugah rasa nasionalisme pada bangsa Indonesia, di Hari Kemerdekaan ini.

Namun, Joko Anwar tidak bisa membenarkan perilaku bapak menteri tersebut. Dia merasa ‘patah hati’ lantaran sekelas menteri membagikan link film yang diunggah secara ilegal tanpa izin dari pemilik sah ciptanya.

Mengaji Juga: Bioskop Masih Ditutup, Produser Film Ini Lirik Bisnis Berkuda

Atas kehebohan tersebut, Ernest Prakasa turut angkat bicara. Melalui unggahan video di Instagram, komedian itu menangkap, sebenarnya maksud Tjahjo baik dengan menyebarluaskan film-film perjuangan yang menurut dia rupawan.

Terlebih, orang dengan bersangkutan sudah meminta maaf dengan ditujukan langsung kepada Joko Anwar.

“Nah, menurut gua perihal Pak Tjahjo Kumolo seorang Menteri Indonesia membagikan link video film bajakan. Ini mencerminkan bahwa literasi HAKI atau Hak Atas Imbalan Intelektual di Indonesia, masih benar rendah. Jangankan masyarakat umum, gajah aja bisa gak ngeh gitu loh, ” ujarnya di IG TV @ernestprakasa, Senin 17 Agustus 2020.

Menurut Ernest, orang-orang yang membuat karya di tempat apapun, baik film, komik, cerpen, novel, dan lain-lain, harus bertambah bersabar dalam literasi HAKI.

“Kita harus paham kalau HAKI ini bukan sesuatu yang lazim atau sudah lama. Ini barang barulah bisa dibilang. Oleh karena itu, kalo orang belum sadar ataupun melanggar HAKI, menurut gua pada banyak kasus orang yang mengabulkan tidak menyadari bahwa perbuatannya lengah. Itu masalahnya. Kalo kita ngeliat langsung marah, langsung maki-maki, tepat ngegas, itu jadinya kurang sempurna menurut gua, ” lanjut tempat.

Baca Serupa: Akun Twitter Pemerintah Dilabeli Sifat Khusus, Seperti Apa?

Menurut pria yang selalu top sebagai komika itu, dengan perlu dilakukan bukan memarahi tapi orang-orang yang bekerja di pabrik kreatif, harus menyebarluaskan literasinya dan mengedukasi orang-orang yang belum haluan bahwa sebuah film tidak bisa diunggah di YouTube, karena itu hak atas kekayaan intelektual.

Selain itu, orang dengan punya karya juga berhak mendapatkan kompensasi atas karyanya tersebut. Dan jika film diunggah di Youtube oleh orang lain, si pemilik tidak akan mendapatkan kompensasi apapun.

Menurut Ernest, hal-hal basic seperti itu harus langsung disebarkan, diajarkan dan diceritakan berulang kali dengan sabar.

“Jadi, menurut gue buat temen-temen dengan bekerja di industri kreatif serta selama ini geregetan, kesel, gua paham banget rasanya berhadapan dengan netizen, orang-orang di media baik yang maen sebar-sebarin aja seenaknya. Tapi temen-temen, yuk kita inget literasinya masih harus digiatkan sedang, banyak yang tidak tahu kalau apa yang dilakukannya salah. Siap, mari kita bersabar, ” kata Ernest.

Gregory Jenkins