Site Loader
ita-purnamasari-hingga-sarjana-ugm-bisnis-cokelat-ini-saat-yang-tepat-untuk-memulai-1

Penyanyi senior sekaligus Owner IP Chocolate, Ita Purnamasari, mengatakan bahwa saat itu merupakan waktu yang pas bagi generasi muda buat memulai bisnis produk olahan pertanian, khususnya cokelat dengan memiliki peluang besar tertib untuk konsumsi lokal maupun memenuhi pasar ekspor.

“Alhamdulilah bisnis cokelat saya berkembang pesat. Sekarang saya punya gerai pada Jakarta dan peminat cokelat saya tersebar di semesta dunia, ” ujar Ita dalam acara Tik Talk spesial ngabuburit ramdhan yang bertemakan Cokelatku, Cokelatmu, Cokelat Indonesia di House of Tani Gedung PIA Departemen Pertanian, Jakarta, Jumat, 23 April 2021. Mengucapkan Juga: Kementan Terima ‘Penghargaan Kinerja Anggaran 2020’ lantaran Kemenkeu

Ita menceritakan bisnis cokelatnya ini dimulai beberapa tahun lalu, dimana waktu itu ia sedang mempersiapkan pementasan 30 tahun selama berkarier di dunia musik. Mulanya, cokelat IP adalah souvenir untuk penggemar yang muncul. Namun usai konser, banyak fans dan masyarakat umum yang suka akan produknya tersebut. Baca Serupa: Kementan Jaga Strategi Produksi dan Pengendalian Pangan

“Terus saya bilang ini kok prospek ya. Kesimpulannya saya putusin bikin bolu dan kue. Tapi saya pikir kok agak invalid ya. Nah pas hamba di Jogja saya menentang ada teman punya tanaman cokelat, saya bilang itu asik sekali dan akhirnya saya join sampai sekarang, ” katanya.

Ita sendiri mengaku sudah menjadi penggemar cokelat masa ia masih berusia 5 tahun. Kala itu, karakter tuanya yang suka berpergian ke luar negeri sering kali membelikan oleh-oleh bervariasi macam cokelat.

“Dari kecil saya kesenangan makan cokelat. Kebetulan orangtua juga sering pergi ke luar negeri dan mendatangkan oleh cokelat, ” katanya.

Wendes Arya Yuda, Co Founder nDalem Cokelat mengatakan bahwa kemajuan industri cokelat sudah semakin baik, dimana saat itu banyak varian rasa secara penggemar yang juga bertambah luas. Karena itu, ia menilai bisnis cokelat adalah bisnis yang sangat menjanjikan dengan keuntungan yang berlipat-lipat.

“Saya memiliki varian cokelat pedas sebab campuran cabai dan jahe. Lalu punya cokelat bajigur dan rasa-rasa lainya. Alhamdulillah semua laku keras, ” kata pria lulusan Sarjana Teknologi Pangan UGM Yogyakarta ini.

Yuda mengatakan, penikmat cokelat kini sudah meluas ke berbagai kalangan. Mulai dari anak kecil sampai mahasiswa. Yuda mengaku sudah menggelar tempat istimewa bagi penikmat varian cokelat di Jogja.

“Cokelat itu paling nikmat bukan dikunyah. tapi ditaruh di congkak dan dia akan berlinang sendiri. Itulah cokelat yang bagus yang saat ini digemari kalangan muda, ” katanya.

Pengurus Asosiasi Petani Kakao Nusantara, Hasan Adnan Zein meyakinkan bahwa bisnis cokelat memiliki prospek yang istimewa karena dapat diolah menjadi berbagai rasa dan memiliki konsumen tetap.

“Saya pastikan bisnis kakao itu menjanjikan. Dan cokelat tersebut setiap saat bisa pengetaman. Makanya ini potensi gede. Apalagi tanaman ini gampang tumbuh di berbagai daerah Indonesia. Dan lebih awet hama dari pada flora lain, ” tutupnya.

Mengenai hal ini, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan produk cokelat adalah komoditas kuliner dan industri yang zaman ini terus menunjukan perkembangan luar biasa.

“Saya melihat dalam 3-5 tahun yang akan hadir, industri cokelat kita akan makin meningkat. Apalagi cokelat sangat bagus untuk kesehatan dan tren gaya tumbuh. Mudah mudahan teman seluruh bisa melihat peluang ini dan menjadikanya sebagai petunjuk dalam mendapatkan nilai tambahan dari tanaman coklat” katanya.

Kuntoro menambahkan, cokelat adalah komoditas strategis yang bisa membangkitkan ekonomi nasional melalui pemenuhan ekspor serta industri olahan.

“Saya kira tema talk show cokelat sangat strategis. Siap bukan hanya kopi & rempah saja yang siap andalan Indonesia, melainkan buatan cokelat petani dan industri olahan coklat juga benar luar biasa, ” tutupnya.

Gregory Jenkins