Site Loader
halo-pangerannya-sby-hati-hati-ya-anda-masih-belum-aman-1

Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (Indostrategic) A. Khoirul Umam, menilai dibiarkannya manuver politik Kepala Staf Presiden, Moeldoko oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan sinyal untuk Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk tetap waspada.

Menurutnya, sikap diamnya Presiden Jokowi merespons jalan kudeta Moeldoko terhadap Partai Demokrat tidak baik buat pendidikan demokrasi. Mengaji Juga: Sebagai Warga Negara yang Taat, Mas AHY Ingat! Pak Moeldoko Betul-betul Berhak Gugat ke PTUN

Makin, cueknya Jokowi memberikan sinyak pada Putera Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini untuk terus mewaspadai upaya penyamunan kepemimpinan Partai Demokrat.

“Jika memang tidak ada ketegasan sikap dari Istana Kepala, maka sebaiknya AHY menetapkan terus waspada, ” ujarnya, seperti dilansir RMOL , Sabtu (10/4/2021).

Lanjutnya, terpaut gugatan kubu Moeldoko dalam PTUN akan menunjukkan sekitar mana indepensi pengadilan menghadapai Kongres Luar Biasa (KLB) sepihak yang diinisiasi sebab Moeldoko. Baca Pula: Kubu Moeldoko Sudah Layangkan Gugatan AD/ART Demokrat 2020 dan Minta Ganti Habis 100 Miliar Ke AHY

“Apakah benar-benar mampu lepas dari intervensi & tekanan kekuasaan atau tak. Sementara sejarah politik pada Indonesia menujukkan kecenderungan, pihak-pihak yang didukung oleh elemen pemerintah, biasanya dimenangkan meja hijau, ” imbuhnya.

Gregory Jenkins