Site Loader
elektabilitas-ahy-dan-demokrat-merangsek-naik-bukan-karena-kisruh-klb-tapi-karena-1

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Willem Wandik happy nama ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY, merangsek dalam bursa capres 2024. Di saat yang sama, elektabilitas Partai Demokrat selalu terus melonjak dalam kira-kira survei terakhir.

Menurut politisi asal Papua ini, naiknya elektabilitas AHY menunjukkan bahwa masyarakat mencita-citakan pemimpin muda yang ada semangat kerja lebih baik. “Muda adalah kekuatan, pantas dengan tagline Partai Demokrat, ” ucap Willem, Kamis (27/5).

Baca Juga: Pak Jokowi, Anak Buah AHY Bilang Rakyat Bosen dengan Janji Bapak Soal Ekonomi Luar biasa

Dia tidak menampik bahwa kisrus Kongres Luar Biasa (KLB) yang digalang Jhoni Allen Cs telah menyedot perhatian publik pada partai besutan Susilo Jelas Yudhoyono (SBY) tersebut. Pasalnya, berhari-hari pemberitaan media tetap membahas Partai Demokrat.

“Banyak keinginan tahu bagaimana nasib Partai Demokrat yang dilahirkan SBY, berantakan mau direbut orang lain. Saya rasa masyarakat Nusantara juga tahu kok siapa Partai Demokrat. Pastinya Partai Demokrat adalah SBY, & SBY Partai Demokrat, jadi tidak sembarangan orang untuk merebutnya, ” papar Willem.

Namun, tinggi Willem, naiknya elektabilitas AHY dan Partai Demokrat tak hanya karena pemberitaan soal kisruh KLB. Menurutnya, kenaikan elektabilitas itu karena rajinnya AHY dan para bakal Partai Demokrat terjun bersama-sama rakyat.

“Semua kader tetap bersama rakyat. Itulah yang membuat Kelompok Demokrat dan AHY disukai rakyat, ” imbuhnya.

Willem menambahkan, kenaikan elektabilitas ini tidak membuat kader tinggi kepala. Arahan AHY ke para kader adalah buat terus berkerja untuk kaum. “Arahannya kerja, kerja, biar masyarakat yang membuktikan hasil kerja semua, ” tutupnya.

Faktanya, Indonesia berada di susunan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Bersetuju sampai kapan? Mulai aja dulu dari #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Hal dengan terkait dengan tulisan, memotret, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.

Gregory Jenkins