Site Loader
Edhy Prabowo dan Istri Belanja Bahan Mewah Hingga Rp750 Juta di Hawaii

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo yang telah berkedudukan tersangka suap izin ekspor baka lobster atau benur.

Edhy diperiksa dalam kapasitasnya jadi saksi untuk melengkapi berkas pemeriksaan Chairman PT Dua Putra Perkasa, Suharjito, yang menjadi tersangka pemberi uang sogok. Dalam pemeriksaan ini, tim pemeriksa mencecar Edhy Prabowo mengenai berbagai barang mewah yang dibeli Edhy dan istrinya Iis Rosita Buah hati saat kunjungan kerja ke Hawaii, Amerika Serikat.

Baca Juga: Ditanya Wartawan perkara Sepeda, Edhy Prabowo: Maksud Anda…

Berbagai barang mewah seperti jam tangan Rolex, tas Tumi, dan Louis Vuitton, hingga baju Old Navy dengan dibeli Edhy dan istri pada Hawaii telah disita KPK masa operasi tangkap tangan (OTT) pada Bandara Soekarno-Hatta pada Rabu pasar lalu.

Barang-barang kaya itu disita lantaran diduga dibeli dari hasil suap yang diterima Edhy. KPK menduga, Edhy & istri telah menghabiskan Rp750 juta untuk berbelanja barang-barang mewah di Hawaii.

“Saya dikonfrontasi dengan bukti-bukti. Sudah saya menghargai semuanya. Barang-barang yang saya belanjain di Amerika itu. Baju, apa, semuanya, ” kata Edhy usai diperiksa di kantor KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 3 Desember 2020.

Di bagian lain, Edhy mengklaim delapan bagian sepeda yang telah disita penyidik saat menggeledah rumah dinasnya di kompleks menteri, Widya Chandra di Selasa, 1 Desember 2020, tak terkait dengan kasus suap dengan menjeratnya. Edhy mengaku tak mengetahui alasan penyidik menyita delapan bagian sepeda tersebut.

“Maksud Anda sepeda yang di panti (dinas) saya itu yang disita penyidik. Tidak ada hubungannya, ” kata Edhy.

Edhy berjanji mengikuti proses hukum berlaku di KPK. Dia juga akan kooperatif mengikuti prosedur yang ada di rutan.

“Ya saya diperiksa. Saya ikuti. Harap doanya saja, ” imbuhnya.

Teman Sindikasi Konten: Viva

Gregory Jenkins