Site Loader
ditjen-perkebunan-pacu-digitalisasi-perkebunan-1

Seiring perkembangan zaman, digitalisasi perkebunan menjadi kunci kecepatan dan ketepatan dalam akselerasi pembangunan perkebunan. Digitalisasi dengan dilakukan meliputi pelayanan perizinan, peningkatan akurasi data, market place dan ekspor perkebunan.

Dengan digitalisasi, Direktorat Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian terus berupaya meningkatkan produktivitas, produksi, nilai tambah dan ekspor sehingga di dalam akhirnya turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurut Sekretaris Ditjen Perkebunan Antarjo Dikin, Ditjen Perkebunan harus dapat mempersembahkan informasi bagaimana cara berkebun yang baik atau keterangan komoditas unggulan ekspor apa yang ada di sub sektor perkebunan. Harapannya dengan penyajian informasi yang memikat dapat mengundang munculnya calon eksportir baru ataupun terbukanya pasar baru bagi komoditas perkebunan.

Informasi tentang barang perkebunan banyak namun masalahnya mengenai cara mengemas informasi sehingga informasi menjadi menjadikan dan bermanfaat untuk jemaah. Dengan keterbukaan informasi diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Keterbukaan akses informasi pada badan publik, melaksanakan arus informasi terbuka lebar bagi masyarakat, sehingga sanggup membuka peluang baru dengan dapat dimanfaatkan.

“Sudah masanya petani gunakan informasi teknologi” tegas Antarjo.

Antarjo selalu berharap dengan informasi teknologi petani bisa melakukan propaganda hasil perkebunannya melalui daring. Jangkauan pasar akan semakin meluas dengan memanfaatkan keterangan teknologi.

Promosi secara daring tersebut selalu bisa mengurangi problem konseling yang makin hari gaya penyuluh semakin menurun jumlahnya. Teknologi informasi diharapkan mampu memberikan kebutuhan informasi yang dibutuhkan petani di manapun berada.

Tengah itu di bidang pertanian perkebunan literasi digital bagi para petani masih lembut. Sehingga membutuhkan kolaborasi sejak pemerintah.

Antarjo mengungkapkan bahwa, Strategi digitalisasi perkebunan yang dialukan Ditjen Perkebunan di antaranya menyungguhkan produk-produk unggulan yang berkualitas tinggi untuk dikembangkan lebih lanjut. “Juga diperlukan di dalam melakukan expansi pasar, memajukan daya saing komoditas perkebunan, mengikuti preferensi pasar secara cepat, serta membuat ekosistem digital dari hulu hingga ke hilir, ” ungkapnya.

Dengan digitalisasi bagi petani, pasar perkebunan dimungkinkan terbuka luas meniti platform ecommerce yang lazimnya diikuti dengan metode pembayaran secara cashless. Digitalisasi perkebunan juga memnungkinkan dengan semoga memantau jumlah stok buatan, serta menjadikan transaksi dengan transparan sehingga petani bisa melakukan efesiensi.

Hingga tarikh 2020, pengguna aktif internet di Indonesia yang tetap meningkat jumlahnya dan membuktikan pangsa pasar yang gembung bagi ecommerce. Transaksi ecommerce juga semakin meningkat sebanyak Rp1. 850 triliun dipadankan tahun sebelumnya. Frekuensi pembicaraan bank juga mengalami peningkatan yang sangat cepat yakni 67% dari tahun sebelumnya. Semakin meningkatnya transaksi daring di tahun 2020, menunjukkan bagaimana pesatnya peningkatan penerapan digital di Indonesia.

Gregory Jenkins