Site Loader
dengar-baik-baik-ancaman-as-ke-myanmar-sudah-sekeras-ini-militer-segera-bebaskan-mereka-semua-1

Amerika Serikat (AS) meminta militer Myanmar membebaskan penasihat negeri dan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi, Rabu (3/2/2021) zaman setempat. Desakan AS keluar kala Suu Kyi resmi didakwa untuk tuduhan kepemilikan barang ilegal setelah ditahan dalam kudeta militer.

AS mengaku terganggu dengan tuduhan itu. “Kami menyerukan pada militer segera membebaskan mereka seluruh, ” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price yang juga merujuk pada tipu seniro lain yang ditahan tentara, seperti dikutip laman Channel News Asia, Kamis (4/2/2021).

Baca Juga: Diserang Pandemi Juga Kudeta Militer, Puluhan RS di Myanmar Lakukan Pembangkangan Biasa

Militer mengambil alih kekuasaan melalui kudeta pada Senin (1/2). Semenjak itu jenderal Min Aung Hlaing menunjuk dirinya sendiri memimpin pemerintahan setelah menyatakan keadaan darurat selama satu tahun.

Mereka yang ditahan selain Suu Kyi, adalah Presiden Myanmar Win Myint, serta tokoh senior dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD).

Pada Rabu (3/2/2021), Suu Kyi resmi didakwa akan kepemilikan sejumlah alat komunikasi walkie-talkie yang dikategorikan ilegal. Suu Kyi dianggap melanggar undang-undang impor & ekspor Myanmar. Penandatangan pengadilan bakal memakan waktu dua pekan ataupun hingga 15 Februari. Hal ini membuat Suu Kyi sah untuk ditahan.

Jika terbukti bersalah, dia hendak ditahan dua tahun. Tuduhan sewarna yang tidak lazim di kolong undang-undang manajemen bencana negara terhadap Presiden Win Myint berkisar di dirinya yang diduga melanggar langkah-langkah antivirus corona tahun lalu dengan bertemu para pemilih di salur kampanye.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan karya, foto, grafis, video, dan menyeluruh isi artikel menjadi tanggung pikiran Republika.

Gregory Jenkins