Site Loader
alasan-orang-asia-pasifik-jarang-dapat-pemeran-utama-di-hollywood-1

Film populer dengan diproduksi Hollywood jarang menampakkan orang-orang Asia dan Kepulauan Pasifik (API) sebagai tokoh utamanya. Itu mengacu di studi akademis dari Annenberg Inclusion Initiative University of Southern California yang mengkaji keterlibatan orang Asia serta Kepulauan Pasifik dalam hidup Hollywood antara 2007 hingga 2019.

Belajar tersebut dilakukan oleh Annenberg Inclusion Initiative bersama sosiolog Nancy Wang Yuen, serta didanai oleh Amazon Studios serta UTA Foundation. Pada studinya, peneliti mencatat terdapat sekitar 7, 1 komisi dari populasi AS teridentifikasi sebagai orang Asia atau Kepulauan Pasifik. Namun di dalam 1. 300 film berpenghasilan tertinggi selama masa menuntut, hanya 3, 4 obat jerih aktor Asia dan Kepulauan Pasifik yang terlibat dalam film.

Baca Juga: Sekuel Hidup Musikal Enchanted Bakal Tampil, Amy Adams Didapuk Maka Bintangnya

Dari 44 film dengan aktor ELEKTRIK sebagai pemeran utamanya, 14 di antaranya dibintangi oleh Dwayne Johnson, mantan pegulat yang dikenal dengan hidup “Fast & Furious” serta “Jumanji”. Ibu Johnson bersumber dari pulau Pasifik pada Samoa Amerika.

“Enam film menampilkan karakter API wanita sebagai posisi utama, ” kata menuntut tersebut seperti dilansir sebab Reuters, Rabu (19/5/2021).

Minimnya keterlibatan & penggambaran orang Asia pada Hollywood dinilai berkontribusi di meningkatkatnya insiden kekerasan & pelecehan rasial terhadap karakter Asia di Amerika Konsorsium, yang terjadi baru-baru ini.

Laporan tersebut juga memperkuat studi yang menemukan kurangnya representasi hawa, orang kulit berwarna dan karakter LGBTQ dalam film dan televisi. Sebagai simpulan, studio Hollywood telah berjanji untuk meningkatkan keberagaman awak dan aktor di pendahuluan maupun di belakang adang-adang.

Di tarikh 2018 sudah ada hidup komedi romantis tentang Asia berjudul “Crazy Rich Asians” dan film aksi tahun 2020 “Mulan”. Keduanya membabitkan aktor dan kru Asia dalam jumlah yang penuh.

Selain jumlah karakter API yang kurang, para peneliti juga menjawab cara orang Asia-Pasifik digambarkan dalam film. 67 komisi karakter API ditampilkan sebagai orang asing dengan irama non-Amerika, hiperseksual, menjadi sasaran penghinaan rasial atau stereotip lain.

“Media massa adalah salah satu faktor dengan dapat berkontribusi pada agresi terhadap komunitas Asia & kepulauan Pasifik. Ketika penggambaran di film merendahkan masyarakat API, konsekuensinya bisa mengerikan. Tanpa niat baik dan intervensi yang kuat, gaya diskriminasi terhadap orang Asia Pasifik akan terus bersambung, ” kata professor USC Stacy L Smith, pendiri dan direktur Annenberg Inclusion Initiative.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan muatan artikel menjadi tanggung pikiran Republika.

Gregory Jenkins