Site Loader
benarkah-netanyahu-mengubah-israel-jadi-negara-kediktatoran-gelap-1

Benjami Netanyahu dan partainya Likud telah menyatakan retorika yang semakin tidak tetap terhadap lawan dalam beberapa hari terakhir.

Sebagian besar posting diperuntukkan untuk politisi sayap kanan Naftali Bennett, yang kemungkinan akan menjadi pengganti langsung Netanyahu, dan Yair Lapid, yang akan menjabat sesudah Bennett di bawah perjanjian pembagian kekuasaan.

Baca Juga: Klan Yahudi Saja Sampai Diteriaki Kiri Radikal, Netanyahu Maunya Apa?

Pada Senin (7/6/2021), akun resmi partai Likud mencuit dalam sopan santun Inggris menuduh keduanya “mengubah Israel menjadi kediktatoran kelam dengan undang-undang pribadi dengan ditujukan untuk Perdana Menteri Netanyahu mirip dengan order Korea Utara atau Iran”.

“Bennett melewati setiap garis merah di dalam pencarian gilanya untuk kedudukan perdana menteri dengan jalan apa pun, ” miring partai itu, dikutip lantaran Middle East Eye , Jumat (11/6/2021).

“PM Netanyahu memerangi Iran sementara Bennett dan Lapid mengusulkan peraturan dari Iran, ” lanjutnya, dalam serangkaian posting itu.

Netanyahu serupa menggambarkan pemerintah koalisi mutakhir sebagai serangan terhadap demokrasi Israel itu sendiri, secara mengatakan Israel “menyaksikan kecurangan pemilu terbesar dalam cerita negara itu, menurut kaidah saya dalam sejarah demokrasi”.

Pekan lalu, surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Nadav Argaman, direktur dinas keamanan internal Israel yang dikenal jadi Shin Bet, telah memperingatkan bahwa retorika yang semakin keras terhadap anggota negeri persatuan yang akan sampai dapat mengarah pada kekerasan di kehidupan nyata.

Pada saat itu, juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS mengatakan kepada surat kabar itu kalau Gedung Putih percaya “penting untuk menahan diri sejak langkah-langkah yang memperburuk ketegangan”.

Sementara mantan Presiden AS Donald Trump, yang menikmati pertikaian yang sama secara lawan-lawannya setelah kalah di pemilihan, telah menjalin hubungan yang kuat dengan Perdana Menteri Netanyahu, Presiden GANDAR saat ini Joe Biden memiliki hubungan yang lebih baik dengan pemimpin sayap kanan itu.

Faktanya, Kemenkominfo mendokumentasikan ada sekitar 1. 387 hoaks yang beredar pada tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 had Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Gregory Jenkins