Site Loader
Bangkitkan UMKM, Generasi Milenial Harus maka Agen Perubahan

WE Online, Jakarta

Bank Indonesia (BI) mengajak generasi milenial menjadi leveransir perubahan dalam mendobrak bangkitnya produk-produk lokal kreatif dan inovatif UMKM dalam ekosistem ekonomi digital.

“Sebagai generasi penerus bangsa yang akan menjadi motor dalang usaha lokal dan UMKM, generasi milenial harus memiliki rasa cinta dan bangga terhadap produk desain Indonesia, ” kata Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam kegiatan Festival Edukasi Bank Indonesia (FESKABI) hari pertama dengan topik “Strengthening Local Brand Through Digital Economy” yang digelar secara virtual hari ini (25/11/2020) di Jakarta.

Lebih lanjut dia menyampaikan tren aktivitas digital yang meningkat harus dimanfaatkan sebagai peluang khususnya dalam memajukan UMKM Indonesia. Untuk terus mendukung kemajuan perekonomian khususnya melalui platform digital, BI telah mempersiapkan berbagai inovasi kebijakan untuk mendorong integrasi ekonomi dan keuangan digital.

Baca Juga: Hai Milenial, Zaman Depan UMKM Ada di Tanganmu

“Hadirnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang kini telah dipergunakan sebab lebih dari 5 juta merchant di seluruh Indonesia membantu memperluas akses pelaku UMKM dalam melayani usaha secara digital sekaligus memajukan inklusi keuangan di Indonesia, ” ungkapnya.

Selain itu, BI juga memfasilitasi program onboarding UMKM yang dilakukan melalui pembelajaran secara daring terkait dengan desain UMKM agar terkoneksi dengan platform digital, teknik fotografi, logistik, dan membuat pembukuan, serta hal yang lain yang mendukung UMKM di era digital.

Mengusung tema besar “Yuk, Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional! ”, FESKABI 2020 yang dilaksanakan dengan virtual pada 25-27 November 2020 diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tingkatan milenial tentang kebijakan terkini BI.

Turut hadir jadi pembicara, Direktur PT. Indofood Sukses Makmur, Axton Salim, CEO & Founder BLP Beauty, Lizzie Parra, dan CBO & Co-founder Model Kenangan, James Prananto, dan Direktur Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan.

Gregory Jenkins