Site Loader
awalnya-berjalan-lancar-sekarang-pas-ditagih-malah-macet-bri-cash-dinilai-wanprestasi-1

Eksekutif utama PT Samudra Sumber Mandiri, Samudra Parsaoran menghargai anak perusahaan Bank BRI, PT Bringin Gigantara telah melanggar perjanjian yang dibuat dengan mitra kerjanya, secara nilai yang fantastis, yakni hingga miliaran rupiah.

Menurutnya, angka kemalangan tersebut mencapai Rp10 miliar. “Kami memperkirakan bahwa biji kerugian yang diterima menyentuh Rp 10 miliar, tersebut termasuk tagihan pokok serta kerugian lainnya, ” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/3/2021). Baca Juga: Tingkatkan Inkluasi Keuangan Asosiasi, BRI Canangkan Jadi Champion of Financial Inclusion

Lebih tinggi, ia menjelaskan jika perusahaannya telah bekerja sama dengan PT Bringin Gigantara sejak tahun 2016.

“Di mula proses pelaksanaan kerja semuanya berjalan dengan lancar. Tetapi pada saat proses permintaan, tagihan kami dibatasi cuma 50 juta rupiah untuk setiap Invoice yang awak setorkan, padahal pembatasan itu tidak tertuang pada Perjanjian Kerjasama, (PKS), ” jelas tempat. Baca Juga: DP 0 Persen Mobil dan Properti, OJK Minta Perbankan Keluarkan Aturan

Ia pun menilai jika pembatasan nilai dakwaan itu sangat merugikan pihaknya. Tambahnya, pembatasan nilai dakwaan itu berdampak besar dalam proses penyetoran tagihannya.

“Tagihan yang kami setorkan merupakan tagihan untuk pekerjaan periode 2017 sampai 2019 awal. Proses penyerahan tagihan kami menjadi betul terhambat, dikarenakan adanya pemisahan pada nilai Invoice dengan disetorkan, padahal praktiknya ukuran Invoice itu sangat bervariasi, bahkan pernah dalam mulia Invoice itu bernilai Rp 1 miliar lebih. & kami harus memecahnya menjadi 50 juta rupiah per- Invoice , ” jelas Samudra.

“Sudah beberapa kali mengajukan permohonan untuk rekonsiliasi data tagihan, akan tetapi permohonan tersebut belum pernah direalisasikan oleh pihak BRI Cash, ” sambungnya.

Gregory Jenkins