Site Loader
Antisipasi Lonjakan Tagihan, Begini Strategi PLN

WE Online, Enau

Guna mengatasi lonjakan tagihan drastis akibat pencatatan rata-rata 3 bulan terakhir, PLN mengaku menyiapkan skema perlindungan untuk pelanggan.

Dengan skema ini, lonjakan yang melebihi 20% akan ditagihkan pada bulan Juni sebesar 40% dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan di tagihan berikutnya.

“Langkah ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari oleh PLN, secara mempertimbangkan adanya keluhan pada beberapa pelanggan di unit-unit pembayaran PLN termasuk keluhan yang disampaikan meniti media ataupun media sosial, ” ungkap Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan Bob Saril.

Baca Serupa: PLN Sambung Listrik 10, 3 Juta VA untuk Pertamina EP

Baca Juga: Pemerintah Bilang Tak Bakal Naikkan Tarif Listrik Juli hingga September. Demikian ini Penjelasannya

Bob menambahkan, “Skema ini diberikan sebagai bentuk upaya PLN dalam memberikan jalan keluar utama bagi Konsumen yang tagihannya menggila pada bulan Juni 2020, jadi konsumen tidak terkejut dengan tagihan listrik selama masa PSBB. Selanjutnya Konsumen dapat menyelesaikan seluruh kewajibannya di masa produktif setelah penerapan PSBB berangsur berakhir. ”

Skema tersebut dipersiapkan setelah mengevaluasi pelaksanaan permintaan listrik pada bulan Mei dengan juga mengakibatkan munculnya pengaduan pada sebagian pelanggan. Untuk mengatasi pengaduan tersebut, PLN juga menambah posko pengaduan.

Sebagai bentuk pelayanan terhadap konsumen, merespon isu kenaikan tagihan listrik yang dialami oleh sebagian warga menyusul diberlakukannya PSBB akibat pandemi virus corona atau covid-19. Semenjak Bulan Mei, PLN telah menggelar Posko Informasi Tagihan Listrik pada Kantor Pusat PLN, Jakarta.

Untuk meminta bantuan 24 jam, pelanggan dapat menghubungi telepon (kode area) 123, Twitter, Facebook, Instagram, surel ([email protected] co. id, hingga aplikasi PLN Mobile.

Lebih lanjut Bob menyebutkan, lonjakan tagihan yang dialami sebagian pelanggan tidak disebabkan oleh kenaikan bayaran ataupun subsidi silang antara pelanggan golongan tertentu dengan golongan lainnya.

“Lonjakan pada sebagian pelanggan tersebut berlaku semata-mata karena pencatatan rata-rata bon sebagai basis penagihan pada tagihan bulan Mei, pada bulan Juni ketika dilakukan pencatatan meter berlaku selisihnya cukup besar. Itulah dengan menyebabkan adanya lonjakan. Oleh sebab itu, berdasarkan pengalaman penagihan di bulan Mei, kami siapkan rancangan perlindungan lonjakan ini pada tagihan bulan Juni, ” pungkas Bob Sahril.

Gregory Jenkins